Langsung ke konten utama

Hikmah Mencintai Auli Allah



Mangga Dulur-dulur Wilujeung di Regeup keun Bari Ngopi Tur damel na

Hikmah Mencintai PARA AULIA KEKASIH ALLAH:

Nabi Muhammad SAW Bersabda
 :
" Sesungguhnya Allah berfirman: “Barangsiapa yang memusuhi wali (kekasih)-Ku maka sungguh Aku telah mengumumkan peperangan kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu (amal shaleh) yang lebih Aku cintai dari pada amal-amal yang Aku wajibkan kepadanya (dalam Islam), dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amal-amal tambahan (yang dianjurkan dalam Islam) sehingga Aku-pun mencintainya. Lalu jika Aku telah mencintai seorang hamba-Ku, maka Aku akan selalu membimbingnya dalam pendengarannya, membimbingnya dalam penglihatannya, menuntunnya dalam perbuatan tangannya dan meluruskannya dalam langkah kakinya. Jika dia memohon kepada-Ku maka Aku akan penuhi permohonannya, dan jika dia meminta perlindungan kepada-Ku maka Aku akan berikan perlindungan kepadanya. Tidaklah Aku ragu melakukan sesuatu yang mesti aku lakukan seperti keraguan untuk (mencabut) nyawa seorang yang beriman (kepada-Ku), dia tidak menyukai kematian dan Aku tidak ingin menyakitinya” (HR al-Bukhari 5/2384, no. 6137).

Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan orang yang menjadi wali Allah Ta’ala (kekasih Allah Ta’ala) yang benar, yaitu orang yang selalu menetapi ketaatan dan ketakwaan kepada Allah Ta’ala dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Sebagaimana makna firman-Nya:

{ أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ. الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ. لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ، لا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ، ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ}

“Ketauhilah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa (kepada Allah). Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar” (QS Yuunus: 62-64).

Faidah Hadits

Mutiara hikmah yang dapat kita petik dari hadits ini:

Wali Allah adalah orang yang selalu mendekatkan diri kepada-Nya dengan mengamalkan ketaatan, mengerjakan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya dan memperbanyak amal-amal sunnah, maka Allah membalasnya dengan penjagaan dan pertolongan-Nya1.Perbedaan antara wali Allah dan wali Setan (musuh Allah Ta’ala) adalah bahwa wali Allah Ta’ala selalu mengerjakan amal shaleh yang mendekatkan diri kepada-Nya, sedangkan wali Setan selalu melakukan perbuatan maksiat dan meninggalkan amal shaleh2. Maka jika ada seorang yang mengaku sebagai wali padahal dia tidak memahami dan mengamalkan amal-amal shaleh yang bersumber dari petunjuk al-Qur-an dan sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, ketahuilah dia itu adalah wali setan dan bukan wali Allah Ta’ala.Setiap orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah adalah wali Allah Ta’ala, sebagaimana yang tersebut dalam ayat di atas, akan tetapi derajat/tingkat kewalian manusia berbeda-beda sesuai dengan tingkat keimanan dan ketakwaan mereka kepada-Nya.Tingkat/derajat kewaliaan ada dua3:Derajat as-Sabiqun al-Muqarrabun (orang-orang yang sangat dekat kepada Allah Ta’ala dan selalu bersegera/berlomba dalam kebaikan). Inilah tingkatan yang teringgi, yaitu orang-orang selalu mendekatkan diri kepada-Nya dengan mengerjakan amal-amal shaleh yang wajib dan menjauhi perbuatan-perbuatan yang haram, serta berupaya keras melakukan amal-amal sunnah yang dianjurkan dalam Islam dan meninggalkan perkara-perkara yang makruh (dibenci).Derajat al-Muqtashidun Ashabul yamin (Golongan kanan yang bersikap sederhana dalam beramal), yaitu orang-orang yang selalu mendekatkan diri kepada-Nya dengan menunaikan dan menyempurnakan amal-amal shaleh yang wajib serta menjauhi perbuatan-perbuatan yang haram.Wali Allah Ta’ala akan selalu mendapatkan bimbingan dan penjagaan Allah Ta’aladalam pendengaran, penglihatan dan seluruh perbuatan anggota badannya agar mereka selalu berada di atas keridhaan-Nya dan jauh dari segala keburukan4.Demikian pula dia memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah Ta’ala, yang menjadikannya jika memohon maka Allah Ta’ala akan mengabulkan permohonannya dan jika meminta perlindungan maka Allah Ta’ala akan memberikan perlindungan kepadanya, sehingga dia akan menjadi orang yang selalu dikabulkan doanya karena kemuliaannya di sisi Allah Ta’ala5.

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

Kota Kendari, 17 Dzulqa’dah 1434 H

Catatan Kaki

1 Lihat kitab “Faidhul Qadiir” (2/240).

2 Lihat kitab “Jaami’ul ‘uluumi wal hikam” (hal. 519 – Muntaqa nafiis).

3 Lihat kitab “Jaami’ul ‘uluumi wal hikam” (hal. 519-520).

4 Lihat kitab “Jaami’ul ‘uluumi wal hikam” (hal. 519) dan “Faidhul Qadiir” (2/240).

5 Lihat kitab “Jaami’ul ‘uluumi wal hikam” (hal. 525).



Penulis: Ustadz Abdullah bin Taslim Al Buthoni, Lc., M.A.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keajaiban Sholawat Ismu Adzom

Màma Ajengan Nahrowi Tanah Baru KEAJAIBAN SHOLAWAT ISMU A'DZOOM ... Pepatah Bijak Mengatakan : " TAK KENAL MAKA TAK SAYANG " Diantara Kedahsyatan Sholawat Ini Menurut Hemat Kami ( Akang Oman ) Merukan Salah satu Anugerah Samudra Pembendaharaan Ilmu Yang Allah Swt Berikan Kepada Ummat Yang Mencintai Nabii nya Yakni Terkasih Nabiyyuna Habibunaa Muhammad SAW.. Yang Diantara Menadapat Karomah Kewalian Yg Di ketahui Banyak Alim Ulama, Arifbillah, Ahli kasyaf Yakni yang Mendawamkan Dari Generasi Lampau Arifbillah Aulia Allah MAMA ROSYADI  ( Cipelang ) dan tidak Terhitung Ulama-ulama terdahulu dan Hingga Zaman Now diantaranya Arifbillah Mama Nahrowi ( Tanah Baru Bogor ) yang memiliki Jamaah Ribuan di MAJILS ASHOGIRI di Malam Selasa hingga Kiai-kiai Jawabarat mewajibkan Santri-santri Nya untuk mendawam kan Sholawat ini, Hingga Kami Komunitas Perwakilan PEMUDA SBR  "PECINTA AULIA ALLAH " Mendawamkan Sholawat Ini setiap Ziarah Malam selasa Yang dimana Keb...

Sekapur Sirih Para Pecinta Aulia Allah Swt

Komunitas Pecinta Aulia Allah adalah Komunitas Pemuda Yang  Mencinta Dan Menghormati  Ziarah Makam Aulia Allah dan Makam Leluhur Yang Diantara nya Aulia Karuhun Leluhur Pendiri Islam Pertama Di Kampung SindangBarang Bogor Yang Menjadi Pusat Berkembang nya Agama Islam Atas Perjuangan Dan Kegigihan Nya dalam Menyebarkan Agama Islam Yakni Beliau Eyang Aulia ArifBillah Bapong Jamaka ( Syekh Nurbakin ). Beliau Masih Satu Keluarga Dengan Syekh Syarif Hidayatullah ( Sunan Gunung Jati 1448-1569 Masehi ), Sultan Syekh Hasanudin ( Banten 1552–1570 ) Pendahulu Sunan Gunung Jati (sultan Cirebon) Pengganti Maulana Yusuf dari Banten Estapet Ke Ilmuan, kebarokan Dan Kasepuhan Kp SindangBarang  Turun Temurun Hingga Ke Generasi Berikut nya Yakni Arifbillah Almagfurullah  : - Mama H. ALI Al-Jamkini - Mama H. ABDULLAH ( EMPUH ) SBR - Aki Lurah Etong Sumawijaya ( 1972 Masehi )